Bella Zoditama

Jika setiap orang yang kita temui memiliki peran, maka kamu adalah peran yang tidak tergantikan.

Lagipula, bagaimana mungkin bisa melupakanmu begitu saja, ketika hampir setengah jalan yang kutempuh selalu ada kamu di situ. Bersamamu. Berdua denganmu…

Sampai kukira semua akan berakhir dengan indah, ternyata justru berakhir dengan pisah.

Bisa jadi segala hal begitu berlangsung terlalu muda. Kita yang terburu-buru dengan waktu, mengakibatkan aku mengambil keputusan dengan gegabah dan keliru. Keputusan yang sempat menjadi keputusasaan selama beberapa waktu lama.

Namun, hidup harus berlangsung dengan dinamis, bukan seperti kita berjalan di atas landasan yang statis.

Sesal yang terbesit, tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula. Pada akhirnya, kita menempuh jalan yang berbeda dan kamu kembali asing dan menyingkir. Begitupun kesalahan yang pernah ada, menjadi pelajaran yang begitu berharga.

Tidak ada yang sia-sia.

Menghabiskan waktu bersamamu adalah salah satunya.

Terima kasih… Terima kasih banyak…

Dalam diamku, aku mendoakanmu selalu~

--

--

Kita selalu berpikir kalau kita punya banyak waktu tentang banyak hal, sehingga menyepelekan hal-hal yang sebenarnya bisa segera kita lakukan.

“Entar…”

“Nanti…”

“Ya, gampang…”

“Tunggu, ya…”

Alasan apalagi yang mau kita lontarkan?

Padahal, tidak ada kata selamanya. Dan waktu tidak akan terulang kedua kalinya.

Usia manusia itu terbatas. Begitupun kehidupan.

Kenapa kita sering kali meniadakan itu?

Entahlah sampai sekarang, aku juga tidak tau jawabannya.

--

--